USAHA KRIPIK PISANG
Latar
Belakang
Pisang
(Musa Paradisiaca) merupakan salah satu komoditi horlikultura yang dikembangkan pemerintah Indonesia saat ini disamping tanaman pangan lain seperti mangga, jeruk,
manggis dan markisa.
Iklim Indonesia yang
sesuai memungkinan tanaman
pisang tersebar hampir di seluruh
wilayah Indonesia.
Buah pisang
merupakan bahan pangan
yang cukup populer,
pisang dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat dari berbagai
tingkat usia mulai dari
bayi, anak-anak, remaja
sampai orang tua.
Biasanya pisang dikonsumsi
dalam keadaan segar dan selebihnya dalam bentuk olahan. Menurut Divisi
Pangan dan Gizi Departemen
Pertanian (1995), konsumsi pisang
di Indonesia adalah sebesar 17,44 kg per kapita/tahun, hal ini
jauh diatas konsumsi jeruk dan mangga yang masing-masing sebesar 4,84 kg/tahun
dan 4,12 kg/tahun. Bila dilihat dari
sisi penawaran, jumlah
produksi pisang menempati
urutan pertama diantara produksi buah nasional dan produksinya terus
meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini terlihat tahun 1995 dan 1996, pisang
memberikan kontribusi masing-masing
sekitar 42% dan 36% dari total produksi
buah (Dirjen Tanaman Pangan dan Hortikultura, 1998).
Rata-rata produksi pisang selama
tahun 1990-1996 sekitar 2.870.435,7 ton dengan luas panen
sebesar 80.411,3 ha.
Namun
tidak semua dari total produksi pisang dapat dikonsumsi masyarakat, hal ini
disebabkan oleh sifat pisang yang mudah rusak, masih kurangnya pengolahan
pascapanen dan agroindustri
hilir sehingga pisang
terlanjur membusuk sebelum dikonsumsi oleh konsumen. Menurut Divisi Pangan dan Gizi Departemen Pertanian
( 1997), dari produksi tahun 1996 sebesar 3,66 juta ton disamping ekspor
sebesar ribu ton bagian yang diterima konsumen untuk konsumsi hanya sebesar
3,203 juta ton atau sekitar 90% dari total penyediaan.
Salah
satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pendapatan adalah dengan
melakukan diversifikasi produk berupa pengolahan produk pertanian yaitu buah
pisang menjadi keripik pisang. Pengembangan agroindustri pisang dengan
mengolahnya menjadi keripik pisang, diharapkan mampu meningkatkan pendapatan
petani, meningkatkan kesempatan kerja, kesempatan berusaha, meningkatkan nilai
tambah, dan meningkatkan mutu produk pisang..
Disamping itu agroindustri
pisang juga akan
mendukung pengembangan
budidaya pisang, karena
agroindustri membutuhkan bahan
baku yang kontinu
untuk kelangsungan usahanya. Selama
ini sebagian besar produk pertanian dijual dalam bentuk buah segar yang belum
memiliki nilai tambah. Nilai tambah suatu produk pertanian dapat diperoleh
melalui proses pengolahan lebih lanjut. Harga jual produk olahan pisang akan
lebih mahal dibandingkan dengan harga jual buah pisang dalam bentuk segar
sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani serta pengusaha pengolah kripik
pisang.
B.
Gambaran
Umum Potensi Usaha
Dari beragam jenis makanan ringan
yang beredar di pasaran, keripik pisang merupakan salah satu camilan yang
banyak digemari para konsumen. Citarasanya yang khas, serta tekstur keripiknya
yang renyah, sampai saat ini cukup mudah ditemukan di pasaran bebas dengan
kisaran harga yang terbilang relatif murah. Hal inilah yang menjadikan camilan keripik pisang cukup familiar di
seluruh kalangan masyarakat. Terlebih dengan harganya yang terjangkau cukup
bersahabat bagi kalangan menengah ke bawah. Aneka olahan keripik pisang juga
sangat beragam. Bahkan saat kita berkunjung ke supermarket, ada banyak sekali
jenis olahan keripik pisang dengan macam-macam bumbu perasa yang berbeda-beda
seperti asin, manis, dan dikemas dalam bentuk yang menarik. Jika dibandingkan
dengan popularitas produk camilan lainnya, keripik pisang ternyata tak kalah
bersaing. Bahkan beberapa merek keripik pisang buatan Indonesia kini sudah ada
yang berhasil menembus pasar ekspor.
Bahan baku yang bisa kita dapat dari
alam maupun pasar-pasar tradisional yang bisa dikreasikan dalam bentuk makanan
camilan salah satunya adalah pisang. Pisang memang makanan yang cukup nikmat
bila dinikmati saat warna kulitnya sudah berwarna kuning, terlebih bila
memetiknya langsung dari pohon pasti sensasi rasanya cukup manis dan
segar.
Mengolah pisang menjadi keripik, tentu bukanlah hal yang sulit, untuk urusan bumbu kita pun bisa tanya sani sini, terlebih bahan baku pisang bisa didapat dengan mudah di pasar-pasar tradisional maupun dari petani langsung, bagi yang tinggal di wilayah pedesaan. Dan ini tentunya semakin memberi harapan besar bagi para usahawan kecil sekelas industri rumah tangga. Keripik pisang bisa diproduksi dan dikemas dalam ukuran yang berbeda-beda, tergantung segmen pasar mana yang akan dibidik. Keripik pisang bisa dikemas dalam plastik ukuran kecil dengan harga ke konsmen akhir Rp 1.000 hingga dalam plastik transparan yang agak besar dengan harga muali Rp 5 ribu hingga lebih dari Rp 10 ribu. Dan tentunya camilan keripik pisang ini merupakan camilan enak namun dengan harga yang ekonomis untuk berbagai kalangan.
Untuk urusan pemasaran, kita bisa menyasar beberapa tempat-tempat yang cukup punya potensi jual tinggi seperti toko-toko yang berada di daerah sendiri maupun supermarket atau minmarket. Bila punya stok yang lumayan banyak, bisa juga menawarkan keripik yang kita produksi ke grosir-grosir yang ada di kota kita. Dan tentunya untuk memasarkan makanan ringan yang tergolong mudah laku ini tentunya bukanlah sesuatu hal yang sulit.
Ini adalah salah satu bentuk kreatifitas dan
strategi dari beberapa pengambil peluang usaha keripik pisang untuk mengambil pasar dan menjadi produk olahan
keripik pisang alternative dari yang telah ada.
Mengolah pisang menjadi keripik, tentu bukanlah hal yang sulit, untuk urusan bumbu kita pun bisa tanya sani sini, terlebih bahan baku pisang bisa didapat dengan mudah di pasar-pasar tradisional maupun dari petani langsung, bagi yang tinggal di wilayah pedesaan. Dan ini tentunya semakin memberi harapan besar bagi para usahawan kecil sekelas industri rumah tangga. Keripik pisang bisa diproduksi dan dikemas dalam ukuran yang berbeda-beda, tergantung segmen pasar mana yang akan dibidik. Keripik pisang bisa dikemas dalam plastik ukuran kecil dengan harga ke konsmen akhir Rp 1.000 hingga dalam plastik transparan yang agak besar dengan harga muali Rp 5 ribu hingga lebih dari Rp 10 ribu. Dan tentunya camilan keripik pisang ini merupakan camilan enak namun dengan harga yang ekonomis untuk berbagai kalangan.
Untuk urusan pemasaran, kita bisa menyasar beberapa tempat-tempat yang cukup punya potensi jual tinggi seperti toko-toko yang berada di daerah sendiri maupun supermarket atau minmarket. Bila punya stok yang lumayan banyak, bisa juga menawarkan keripik yang kita produksi ke grosir-grosir yang ada di kota kita. Dan tentunya untuk memasarkan makanan ringan yang tergolong mudah laku ini tentunya bukanlah sesuatu hal yang sulit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar